TRADISI ATIK TOLAK BALA DI KENAGARIAN LURAH AMPALU KECAMATAN VII KOTO SEI. SARIAK DALAM TINJAUAN AQIDAH ISLAM

Fela Dinasti, Fela (2018) TRADISI ATIK TOLAK BALA DI KENAGARIAN LURAH AMPALU KECAMATAN VII KOTO SEI. SARIAK DALAM TINJAUAN AQIDAH ISLAM. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text
Cover, Persetujuan Pembimbing. Pengesahan Tim Penguji, Abstrak, Daftar Isi.pdf

Download (296kB)
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
BAB III.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (378kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR KEPUSTAKAAN.pdf

Download (426kB) | Preview
[img] Text
full versi skripsi.pdf

Download (1MB)

Abstract

ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Tradisi Atik Tolak Bala di Kenagarian Lurah Ampalu Kecamatan VII Koto Sei. Sariak dalam Tinjauan Aqidah Islam”. Adapun permasalahan yang terkandung dalam judul skripsi ini adalah, bagaimana Tradisi Atik Tolak Bala di Kenagarian Lurah Ampalu Kecamatan VII Koto Sei. Sariak dalam Tinjauan Aqidah Islam. Dalam hal ini, penulis menggunakan penelitian lapangan ( field research). Penulis dalam penelitian ini memilih metode kualitatif deskriptif yaitu menggambarkan dengan jelas fenomena yang terjadi dilapangan. dan dalam penelitian ini, penulis hanya menggambarkan keadaan yang sebenarnya dari objek yang diteliti, sehingga dapat diketahui bagaimana pengaruh aqidah dengan adanya tradisi atik tolak bala di Nagari Lurah Ampalu. Adapun penemuan penulis di lapangan bahwa pelaksanaan tradisi atik tolak bala yang dilaksanakan oleh masyarakat Nagari Lurah Ampalu yang terfokusnya kepada masyarakat yang ada di Korong Sikilir, Korong Ekor Kampung, Korong Kampung Surau ini dalam prosesnya ada yang tidak sesuai dengan aqidah Islam sehingga dapat menggores aqidah yaitu mempercayai selain Allah. Proses pelaksanaan tradisi atik tolak bala ini dilakukan apabila timbulnya kekhawatiran datangnya musibah, maka untuk demi kenyamanan dan keamanan kampung maka dilaksanakan tradisi atik tolak bala ini. Hingga saat ini masih ada masyarakat yang melakukan tradisi atik tolak bala ini, dan bahkan apabila sudah terasa kampung tidak nyaman lagi maka dilakukan proses atik tolak bala ini, jika tidak diadakan maka kampung ini tidak akan aman-amannya bagi masyarakat setempat. Adapun tradisi ini dilakukan pada bulan Safar dan bertepatan pada malam rabu.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: U Umum (General)
U Umum (General) > Referensi Umum dan Terbitan Berseri
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Aqidah dan Filsafat Islam
Depositing User: Users 33 not found.
Date Deposited: 05 Jul 2018 02:59
Last Modified: 05 Jul 2018 03:00
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/788

Actions (login required)

View Item View Item