PENERIMAAN ANAK TERHADAP KEHADIRAN AYAH TIRI

LIKA, - (2020) PENERIMAAN ANAK TERHADAP KEHADIRAN AYAH TIRI. Skripsi thesis, UIN IB Padang.

[img]
Preview
Text (COVER)
COVER.pdf - Published Version

Download (95kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (106kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (211kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
BAB II.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (275kB)
[img]
Preview
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version

Download (210kB) | Preview
[img] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (295kB)
[img]
Preview
Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version

Download (127kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (56kB) | Preview

Abstract

iii ABSTRAK LIKA NIM: 1412020119 Penerimaan Anak Terhadap Kehadiran Ayah Tiri (Studi di Desa Fajar Baru Kecamatan Ketahun Kabupaten Bengkulu Utara): Program Studi Bimbingan Konseling Islam (BKI). Kehidupan anak bersama ayah tiri memiliki dinamika tersendiri. Pada umumnya anak yang hidup bersama ayah tiri mereka ada yang menerima dan ada yang tidak menerima kehadiran ayah tirinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerimaan anak usia 4-17 tahun terhadap kehadiran ayah baru (tiri) mereka. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis deskriptif yaitu sebuah penelitian yang berusaha menggambarkan keadaan yang tampak sebagaimana adanya. Subjek penelitian adalah anak yang memiliki ayah tiri, yang berusia 4-17 tahun di Desa Fajar Baru Kecamatan Ketahun Kabupaten Bengkulu Utara. Sedangkan pengambilan subjek penelitian dengan menggunakan teknik purposif. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara, kemudian diolah melalui reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan temuan penelitian menunjukkan bahwa (1) Penerimaan anak usia 4-6 tahun yang hidup dengan ayah tiri yaitu anak memiliki reaksi positif terhadap orang lain sehingga anak lebih mudah menerima ayah tirinya, seperti adanya kerja sama, prilaku kelekatan, simpati, dukungan sosial, sikap tidak mementingkan diri sendiri, sikap ramah, serta adanya kebersamaan yang dilakukan antara anak dengan ayah tiri. (2) Penerimaan anak usia 7 tahun yang hidup bersama ayah tiri memiliki penerimaan yang berbeda dengan anak usia 12 tahun. Anak usia 7 tahun mula-mula memiliki perasaan takut tinggal bersama ayah tirinya. Karena disebabkan oleh ibunya, subjek mau tinggal bersama dan mulai menerima kehadiran ayah tirinya setelah tinggal beberapa lama dengan ayah tirinya. Bentuk penerimaan yang dimunculkan yaitu adanya kenyamanan yang diterima oleh anak dan penyesuaian yang baik dari ayah tiri. Sedangkan anak usia 12 tahun proses penerimaan yang kurang baik seperti adanya rasa takut dan cemas terutama kalau ia kehilangan kasih sayang, perhatian dan dukungan dari ibunya. Anak merasa tertekan dan anak merasa terbebani dengan hadirnya ayah tiri dalam hidupnya. (3) Penerimaan anak usia 13-17 tahun yang hidup dengan ayah tiri yang menjadi informan penelitian ini cenderung memiliki penerimaan yang sulit terhadap ayah tirinya, seperti rasa takut ketika ibunya memutuskan untuk menikah kembali, timbul rasa malu ketika memiliki ayah tiri, penyesuaian diri ayah tiri yang kurang baik kepada anak sehingga anak tidak menerima status yang dimilikinya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
Divisions: Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Bimbingan Penyuluhan Konseling Islam
Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Bimbingan Penyuluhan Konseling Islam
Depositing User: Users 15 not found.
Date Deposited: 19 Jul 2020 10:14
Last Modified: 19 Jul 2020 10:14
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/7651

Actions (login required)

View Item View Item