Peran Bako terhadap Anak Pisang dalam Upacara Khitan di Nagari Pelangai Kecamatan Ranah Pesisir.

Ratih Ayu, Wulandari (2019) Peran Bako terhadap Anak Pisang dalam Upacara Khitan di Nagari Pelangai Kecamatan Ranah Pesisir. Skripsi thesis, UIN IB PADANG.

[img] Text (cover, persetujuan pembimbing dan abstrak)
COVER, PERSETUJUAN PEMBIMBING,DAN ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (779kB)
[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (278kB)
[img] Text (BAB II)
BAB II.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (422kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version

Download (806kB)
[img] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (112kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (248kB)
[img] Text (FULL)
FULL.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Ratih Ayu Wulandari, (1511020073): Peran Bako terhadap Anak Pisang dalam Upacara Khitan di Nagari Pelangai Kecamatan Ranah Pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tradisi upacara khitan di Nagari Pelangai, Kecamatan Ranah Pesisir. Upacara khitan adalah salah satu budaya yang berlangsung dalam kehidupan masyarakat di Nagari Pelangai. Jenis penelitian ini kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah dengan langkah heruistik yaitu sumber primer berasal dari wawancara dengan pemuka masyarakat, bako dan masyarakat lainnya, dan mengumpulkan data melalui pengamatan langsung dilapangan. Buku-buku dijadikan landasan sumber sekunder dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan bahwa ada beberapa tahap pelaksanaan upacara khitan di Nagari pelangai yaitu, Musyawarah kecil (bakandang ketek), Memberirahu bako, Musyawarah besar (bakandang gadang), Mengundang masyarakat setempat, Persiapan mejelang upacara khitan, bako menjeput anak pisang atau turun bako, Mengantarkan anak pisang atau mengarak, berkhitan, bergadang dengan hiburan seperti rabab. Dalam upacara khitan ini bako juga berperan penting, jika anak tidak memiliki bako maka akan dicarikan bako pengganti atau bako didekatkan, bako didekatkan maksudnya yaitu, jika ayahnya bersuku melayu maka masyarakat setempat yang bersuku melayu dan memiliki hubungan baik dengan ayah yang akan menjadi bako anak. Adapun peran bako terhadap anak pisang dalam upacara khitan yaitu, ikut serta untuk meresmikan upacara khitan, menjemput anak pisang atau turun bako dan mengarak atau mengantarkan kembali, melimaukan, memberi hadiah, menjaga atau menjenguk anak pisang yang telah dikhitan. Peran utama bako terhadap anak pisang yaitu babako atau turun bako, karna turun bako ini hanya dilakukan oleh bako yang bersangkutan tidak dapat dilakukan oleh orang lain, sekaligus memperlihatkan kepada masyarakat banyak bahwa kita orang beradat, dan anak secara resmi diakui oleh bako secara adat dan anak jelas kedudukannya. Dapat disimpulkan bahwa tradisi khitan merupakan adat istiadat yang penting bagi anak di Nagari Pelangai. Bako sangat berperan penting dalam upacara ini. Oleh karena itu, tradisi ini layak dilestarikan sebagai bagian dari budaya Minangkabau. Diharapkan kepada pemerintah dan pemuka masyarakat supaya tetap mempertahankan budaya ini sebagai warisan turun temurun. Kata Kunci : Bako, Upacara Khitan

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Sejarah dan Kebudayaan Islam
Depositing User: Users 12 not found.
Date Deposited: 09 Feb 2020 09:39
Last Modified: 09 Feb 2020 09:39
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/4300

Actions (login required)

View Item View Item