Pendapat Imam Malik dan Imam asy-Syafi'i Tentang Orang Yang Membayar Diat Terhadap Pembunuhan Janin

Nadya oktariana, Sari (2019) Pendapat Imam Malik dan Imam asy-Syafi'i Tentang Orang Yang Membayar Diat Terhadap Pembunuhan Janin. Skripsi thesis, UIN IB Padang.

[img] Text (Cover, persetujuan pembimbing dan abstrak)
1. cover, persetujuan pembimbing, abstrak, abstract.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (Bab I)
2. BAB I.pdf - Published Version

Download (690kB)
[img] Text (Bab II)
3. BAB II.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (845kB)
[img] Text (Bab III)
4. BAB III.pdf - Published Version

Download (819kB)
[img] Text (Bab IV)
5. BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (718kB)
[img] Text (Bab V)
6. BAB V.pdf - Published Version

Download (544kB)
[img] Text (Daftar pustaka)
7. KEPUSTAKAAN.pdf - Published Version

Download (576kB)
[img] Text (File gabungan)
8. gabungan keseluruhan skripsi.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

ABSTRAK Skripsi ini berjudul “ Pendapat Imam Malik Dan Imam Asy-Syafi’i Tentang Orang Yang Membayar Diat Terhadap Pembunuhan Janin” ditulis oleh Nadya Oktariana Sari, NIM 1513020008 pada Progam Studi Perbandingan Mazhab, Fakultas Syari’ah, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang, tahun 2019. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan Pendapat Imam Malik dan Imam Asy-Syafi’i tentang orang yang membayar diat terhadap pembunuhan janin. Imam Asy-Syafi’i berpendapat bahwa orang yang membayar diat yaitu keluarga dari orang yang melakukan tindakan kejahatan, sedangkan Imam Malik berpendapat bahwa orang yang membayar diat yaitu orang yang melakukan tindakan kejahatan itu sendiri. Berdasarkan perbedaan pendapat tersebut , penulis meneliti tentang kenapa terjadi perbedaan antara Imam Malik dan Imam asy-Syafi’i tentang siapa yang harus membayar diat terhadap pembunuhan janin?. Adapun pertanyaan penelitian yang diajukan ada 3: Pertama, Apa dalil yang digunakan Imam Malik dan Imam asy-Syafi’i?. Kedua, Apa metode istinbath yang digunakan Imam Malik dan Imam asy-Syafi’i?. Ketiga Pendapat manakah dari kedua pendapat tersebut yang lebih kuat?. Penulis melakukan penelitian kepustakaan (library research) untuk memperoleh jawaban dari pertanyaan penelitian dengan menelaah Kitab Mudawwanah al-Kubra karya Imam Malik dan Kitab al-Umm karya Imam asy-Syafi’i. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif komparatif. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan pertama, dalil yang digunakan Imam Malik menggunakan qiyas, sedangkan Imam asy-Syafi’i memakai hadis. Kedua, metode istinbath yang digunakan Imam Malik yaitu qiyas, Imam Malik mengqiyaskan pembunuhan janin kepada pembunuhan tersalah karena sama-sama menghilangkan nyawa seseorang. Sedangkan Imam asy-Syafi’i menggunakan ibaratun nash dari hadis yang diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah. Ketiga, pendapat terkuat dari kedua pendapat di atas adalah pendapat Imam Malik berlandaskan qiyas, sedangkan pendapat asy-Syafi’i tidak kuat karena dalil yang digunakan itu adalah hadisnya lemah dari segi rawinya, sehingga termasuk hadis dha’if. Kata Kunci: Pembunuhan, Diat Terhadap Pembunuhan Janin, Imam Malik, Imam asy-syafi’i

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: K Law > K Law (General)
K Law > KD England and Wales
K Law > KZ Law of Nations
Divisions: Fakultas Syariah > Perbandingan Mazhab
Depositing User: Users 20 not found.
Date Deposited: 08 Mar 2020 12:08
Last Modified: 08 Mar 2020 12:08
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/3519

Actions (login required)

View Item View Item