Hukum Mengangkat Tangan Ketika Takbir Tambahan pada Shalat Hari Raya Studi Komparatif Mazhab Maliki dan Mazhab Syafi'i

IVO MURDINI, - (2018) Hukum Mengangkat Tangan Ketika Takbir Tambahan pada Shalat Hari Raya Studi Komparatif Mazhab Maliki dan Mazhab Syafi'i. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (COVER. PENGESAHAN DAN ABSTRAK)
Cover, Pengesahan dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
Point B BAB I.pdf - Published Version

Download (802kB)
[img] Text (BAB II)
Point B BAB II.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (923kB)
[img] Text (BAB III)
Point B BAB III.pdf - Published Version

Download (871kB)
[img] Text (BAB IV)
Point B BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (656kB)
[img] Text (BAB V)
Point B BAB V.pdf - Published Version

Download (467kB)
[img] Text (FILE GABUNGAN)
File Full.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (11MB)

Abstract

Skripsi ini berjudul “Hukum Mengangkat tangan ketika Takbir pada Shalat Hari Raya Studi Komparatif Mazhab Maliki dan Mazhab Syafi’I” ditulis oleh Ivo Murdini, NIM 1413020643 pada Jurusan Perbandingan Mazhab, Fakultas Syari’ah, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang, tahun 2018. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan pendapat antara Mazhab Maliki dan Mazhab asy-Syafi’i tentang hukum mengangkat tangan ketika takbir pada shalat hari raya. Mazhab Maliki berpendapat bahwa tidak disyariatkan mengangkat tangan ketika takbir pada shalat hari raya sedangkan Mazhab asy-Syafi’i berpendapat bahwa disyariatkan mengangkat tangan ketika takbir pada shalat hari raya. Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah penelitian yang diajukan adalah mengapa Mazhab Maliki dan Mazhab Syafi’i berbeda pendapat mengenai hukum mengangkat tangan ketika takbir pada shalat hari raya. Adapun pertanyaan penelitian yang diajukan ada 2. Pertama, apa yang melatarbelakangi Mazhab Maliki dan Mazhab asy-Syafi’i berbeda pendapat mengenai hukum mengangkat tangan ketika takbir pada shalat hari raya?. Kedua, di antara kedua Mazhab tersebut manakah pendapat mazhab yang lebih kuat dalilnya untuk diamalkan?. Penulis melakukan penelitian kepustakaan (library research) untuk memperoleh jawaban dari pertanyaan penelitian dengan menelaah kitab Mudawanah al-Kubra karya Mazhab Maliki dan Kitab al-Umm karya Mazhab asy Syafi’i. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif komperatif dan metode tarjih. Hasil dari penelitian ini adalah pertama, dapat diketahui penyebab perbedaan pendapat Mazhab tentang hukum mengangkat tangan ketika takbir pada shalat hari raya yaitu berbeda dalam menggunakan dalil. Dalam hal ini, Mazhab Maliki berpendapat tidak disyariatkan mengangkat tangan ketika takbir shalat hari raya berdasarkan Ijtihad dan kaidah dalam ushul fiqih dan Mazhab Maliki tidak berhujjah dengan qiyas yang digunakan oleh Mazhab asy-Syafi’i. Pendapat Mazhab asy-Syafi’i, disyariatkan mengangkat tangan ketika takbir pada shalat hari raya di qiyaskan terhadap shalat fardhu yang berdasarkan hadis Umar r.a yang diriwayatkan oleh Daruquthni, An-Nasa’i dan Abu Dawud. Kedua, menurut penulis pendapat yang lebih kuat untuk diamalkan adalah pendapat Mazhab Maliki karena berlandaskan kepada ijtihad dan menggunakan kaidah Ushul al-Fiqh yang disepakati oleh Ulama Ahlu Madinah karena hukum asal dalam ibadah mahdhah adalah batal sampai ada dalil yang memerintahkannya sedangkan Mazhab asy-Syafi’i hanya menggunakan qiyas dengan mengqiyaskan shalat fardhu kepada shalat hari raya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Syariah > Perbandingan Mazhab
Depositing User: Users 20 not found.
Date Deposited: 29 Aug 2019 03:27
Last Modified: 29 Aug 2019 03:27
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/3135

Actions (login required)

View Item View Item