Sejarah Rumah Gadang di Satuan Ruang Geografis "Seribu Rumah Gadang" Koto Baru Sungai Pagu dan Fungsinya Di Cagar Budaya

LIZA AULIA, - (2018) Sejarah Rumah Gadang di Satuan Ruang Geografis "Seribu Rumah Gadang" Koto Baru Sungai Pagu dan Fungsinya Di Cagar Budaya. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (COVER)
1. Cover, Persetujuan Pembimbing, Abstrak.pdf - Published Version

Download (579kB)
[img] Text (BAB I)
2 (BAB 1).pdf - Published Version

Download (491kB)
[img] Text (BAB II)
BAB II.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (796kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version

Download (279kB)
[img] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (745kB)
[img] Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version

Download (376kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (394kB)
[img] Text (FILE GABUNGAN)
File Gabungan.pdf - Published Version

Download (5MB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi sejarah rumah gadang di satuan ruang georafis seribu rumah gadang yang menjuluki Nagari Koto Baru sebagai kawasan seribu rumah gadang sementara jumlahnya tidak mencapai seribu dan bagaimana fungsi rumah gadang di satuan ruang georafis seribu rumah gadang sebagai cagar budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari beberapa langkah, (1) heuristik, penulis berusaha mengumpulkan data baik data primer maupun data sekunder. (2) kritik sumber yaitu pengkritikan dari segi intern maupun ekstern. (3) sintesis yaitu memberikan penafsiran terhadap sumber atau fakta yang telah ditemukan. (4) historiografi yaitu melakukan penulisan terhadap data dan fakta yang sudah diperoleh. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa julukan seribu rumah gadang satusatunya di wilayah provinsi Sumatera Barat terdapat di Nagari Koto Baru, Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan berawal dari kunjungan mantan menteri Mutia Hatta yang kagum melihat banyaknya rumah gadang yang masih bertahan sehingga julukan tersebut disepakati pemerintah dan ninik mamak dengan tujuan untuk melestarikan kembali nilai-nilai budaya. Sruktur bangunan rumah gadang yang terdiri dari rumah gadang, surau, rangkiang di kawasan seribu rumah gadang saat ini kehilangan fungsinya, seperti rumah gadang kehilangan penghuni (roh) atau ditinggalkan kaumnya dan surau kaum tidak lagi menjadi tempat mendidik anak kemenakan dalam belajar agama. Tipe rumah gadang di kawasan seribu rumah gadang terdiri dari dua kelarasan yaitu laras Koto Piliang dan Laras Bodi Caniago. Fungsi rumah gadang di satuan ruang geografis seribu rumah gadang terbagi tiga, yaitu pertama: rumah gadang yang dijadikan Home Stay(Penginapan) khusus wisatawan, kedua rumah gadang sebagai tempat tinggal kaum dalam mendidik karakter anak kemenakan yang di ajar oleh orang tua dan ninik mamak mengenai nilai-nilai moral, etika sesuai tuntutan budaya Minang, ketiga surau rumah gadang sebagai tempat pendidikan Islam yang di ajarkan oleh orang yang memiliki ilmu agama (malin) ilmu yang diberikan sesuai tuntutan agama Islam, seperi mengaji, sholat, dan ilmu bela diri (silek), dan ilmu-ilmu lainya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguran > Tadris > Tadris IPS
Depositing User: Users 31 not found.
Date Deposited: 21 Jun 2019 23:40
Last Modified: 21 Jun 2019 23:40
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/2850

Actions (login required)

View Item View Item