Agustina, Elta (2024) Jamine Dalam Adat Perkawinan Masyarakat Hamparan Rawang Kota Sungai Penuh Perspektif. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
Text (Cover)
daftar isi bebas pustaka.pdf - Published Version Download (2MB) |
|
Text (BAB I)
Elta Agustina. NIM 2220040036. BAB I.pdf - Published Version Download (335kB) |
|
Text (BAB III)
Elta Agustina. NIM 2220040036. BAB III.pdf - Published Version Download (172kB) |
|
Text (BAB V)
Elta Agustina. NIM 2220040036. BAB V.pdf - Published Version Download (308kB) |
|
Text (Full Text)
ELTA AGUSTINA. NIM 2220040036. Fultext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Jamine merupakan suatu pemberian wajib yang dibebankan kepada calon suami yang berasal dari luar Kecamatan Hamparan Rawang Kota Sungai Penuh kepada calon istri yang merupakan perempuan dari Kecamatan Hamparan Rawang, yang berbentuk emas atau uang yang senilai dengannya. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk menganalisis dan mengetahui bagaimana ketentuan dari jamine dalam adat perkawinan masyarakat Hamparan Rawang, untuk menganalisis apa tujuan dan manfaat dari jamine dalam adat perkawinan masyarakat Hamparan Rawang dan untuk menganalisis bagaimana tinjauan maslahah terhadap tradisi pemberian jamine dalam adat perkawinan masyarakat Hamparan Rawang. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini bersumber dari data primer yaitu penulis peroleh langsung di lapangan dan data sekunder penulis peroleh dari junal-jurnal tentang perkawinan, buku-buku fiqh, dan dokumen yang relevan lainnya. Hasil penelitian ini adalah 1.) Ketentuan jamine dalam adat perkawinan masyarakat Hamparan Rawang diberlakukan terhadap laki-laki dari luar Hamparan Rawang yang akan menikahi perempuan Hamparan Rawang dengan memberikan emas atau yang senilai dengannya. Hal ini dilatarbelakangi karena banyaknya kejadian suami yang berbuat semena-mena terhadap perempuan pada wilayah Hamparan Rawang diantaranya ada yang tidak menafkahi, menjatuhkan talak sepihak, serta meninggalkan secara diam-diam tanpa ada kepastian hukum yang jelas tentang perkawinan mereka. Jamine diberikan pada saat acara ngantok pletauk (pemberian tanda jadi), kemudian harus diperlihatkan kepada seluruh tokoh adat pada acara penyelesaian perkawinan secara adat biasa dilaksanakan sebelum acara akad nikah. 2.) Tujuan jamine adalah untuk mengantisipasi supaya pihak laki-laki tidak meninggalkan pihak perempuan secara sepihak dalam masa setelah ngantok pletauk (pemberian tanda jadi) maupun setelah perkawinan. Sedangkan Manfaat jamine dalam adat perkawinan masyarakat Hamparan Rawang ialah dapat meningkatkan penghormatan dan penghargaan pihak laki-laki terhadap ketentuan adat setempat serta tokoh adat, adanya penghargaan terhadap perempuan, serta dapat mempererat hubungan silaturrahmi baik itu dengan keluarga pihak perempuan, tokoh adat, maupun masyarakat setempat. 3) Jamine termasuk dalam kategori maslahah mursalah dengan tingkatannya termasuk kepada maslahah hajjiyah karena keterlibatan tradisi jamine dalam adat perkawinan telah memberikan banyak kebaikan serta menjauhkan dari keburukan.
Item Type: | Thesis (Skripsi) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | Jamine, Maslahah Mursalah, Perkawinan |
Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
Divisions: | Program Pascasarjana > Program Magister > Hukum Keluarga |
Depositing User: | Ruang Baca Fakultas Syariah |
Date Deposited: | 26 Mar 2024 06:58 |
Last Modified: | 26 Mar 2024 17:42 |
URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/19295 |
Actions (login required)
View Item |