TRADISI “MAMBAYIA NIAIK TAHUN“ DI JORONG KOTO SAWAH KECAMATAN MAPAT TUNGGUL KABUPATEN PASAMAN TINJAUAN AKIDAH ISLAM

RASPI YANTI, Rasti (2018) TRADISI “MAMBAYIA NIAIK TAHUN“ DI JORONG KOTO SAWAH KECAMATAN MAPAT TUNGGUL KABUPATEN PASAMAN TINJAUAN AKIDAH ISLAM. Skripsi thesis, UIN IMAM BONJOL PADANG.

[img] Text
Cover, Persetujuan Pembimbing, Pengesahan Tim Penguji, Abstrak, Daftar Isi(1).pdf

Download (92kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (52kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (78kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (115kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (147kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (30kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (30kB)
[img] Text
Full Versi.pdf

Download (389kB)

Abstract

ABSRTAK Skripsi ini berjudul Tradisi “ Mambayia Niaik Tahun “ di Jorong Koto Sawah Kecamatan Mapat Tunggul Kabupaten Pasaman Tinjauan Akidah Islam. Disusun oleh Raspi Yanti NIM:1415020158 Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Imam Bonjol Padang. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana tradisi mambayia niaik tahun di kubua gadang ditinjau dari akidah Islam? Sedangkan tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui tinjauan akidah Islam terhadap tradisi mambayia niaik tahun. Dalam hal ini, penulis menggunakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif yaitu menggambarkan dengan jelas fenomena yang terjadi di lapangan. Dalam pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan observasi. Dari hasil penelitian bahwa tradisi mambayia niaik tahun ini dilaksanakan apabila mau turun ke ladang, artinya yaitu apabila masyarakat mau menanam padi di ladang maka ada suatu keharusan yang harus dilakukan oleh masyrakat yaitunya mambayia niaik tahun di kubua gadang. Hingga saat sekarang tradisi ini masih dilakukan oleh masyarakat, karena memang sudah menjadi turun temurun dari nenek moyang dulunya. Dan masyarakat jorong Koto Sawah masih mempercayai paham animisme, yaitu dapat kita lihat bahwa masyarakat mempercayai dan meyakini kubua gadang sebagai penolongnya, sebagaimana yang kita ketahui bahwa yang dapat memberikan pertolongan hanya Allah semata. Adapun penemuan penulis di lapangan bahwa dalam proses pelaksanaan tradisi mambayia niaik tahun yang dilakukan oleh masyarakat jorong Koto Sawah ini bertentangan dengan akidah Islam, yaitunya dapat kita lihat dalam prosesnya yaitu berdoa dan meminta ke kubua gadang. Dan dapat juga merusak akidah karena meminta selain kepada Allah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: U Umum (General)
U Umum (General) > Referensi Umum dan Terbitan Berseri
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Aqidah dan Filsafat Islam
Depositing User: Users 33 not found.
Date Deposited: 26 Nov 2018 07:01
Last Modified: 26 Nov 2018 07:02
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/1661

Actions (login required)

View Item View Item