Penafsiran Ayat al-Qur'an tentang Madu dan Kaitannya dengan Thibbun Nabawi: Studi Komparatif Tafsir al-Azhar dan Kitab Tafsir Tantawi al-Jawahir fi Tafsir al-Qur'an al-Karim

Aminah, Aminah (2023) Penafsiran Ayat al-Qur'an tentang Madu dan Kaitannya dengan Thibbun Nabawi: Studi Komparatif Tafsir al-Azhar dan Kitab Tafsir Tantawi al-Jawahir fi Tafsir al-Qur'an al-Karim. Skripsi thesis, FAKULLTAS USHULUDDIN DAN STUDI AGAMA.

[img] Text (BAB 1)
BAB 1 revisi MIN.pdf

Download (792kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III revisi MIN OK (1).pdf

Download (703kB)
[img] Text (BAB V - DAFTAR PUSTAKA)
BAB V & daftar pustaka MIN OK (1) (1).pdf

Download (484kB)
[img] Text (cover)
SKRIPSI FULL Aminah-cover.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (full text)
SKRIPSI FULL Aminah.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Penggunaan Madu dalam penggobatan pada masa nabi atau dikenal dengan sebutan Thibbun Nabawi, Madu adalah sebuah minuman kesehatan yang memiliki manfaat besar bagi manusia. Penggunaan madu sudah dikenal sejak lebih dari 14 abad yang lalu. Allah SWT memberikan wahyu kepada Nabi Muhammad SAW bahwa madu memiliki kemampuan menyembuhkan berbagai macam penyakit pada manusia. Madu dikenal memiliki banyak khasiat untuk kesehatan sehingga banyak yang menggunakan madu sebagai obat herbal dalam mengatasi berbagai penyakit. Penelusuran yang penulis lakukan bertujuan untuk mengetahui penafsiran Surat An-Nahl 68-69 mengenai madu dalam kitab Tafsir al-Azhar dan Tafsir Tantawi al-Jawahir fi Qur’an, kemudian mengetahui penggunaan madu dalam pengobatan Thibbun Nabawi menurut Buya Hamka dalam Tafsir al-Azhar dan Tafsir Tantawi al-Jawahir fi Qur’an al-Karim, serta mengetahui persamaan dan perbedaan penafsiran Buya Hamka dan Tantawi al-Jawahir fi Qur’an al-Karim mengenai madu dan kaitannya dengan Thibbun Nabawi. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research), yaitu penelitian yang membatasi kegiatan penelitiannya hanya pada bahan-bahan keperpustakaan tanpa memerlukan penelitian lapangan. Sumber yang dijadikan rujukan dalam data primer, sedangkan sebagai sumber data sekunder adalah buku-buku, jurnal dan artikel yang terkait dengan masalah yang diteliti. Penelitian ini menghasilkan poin penting, Madu menurut Buya Hamka dan Tantawi Jauhari adalah cairan manis yang diproses oleh lebah pekerjaan dari nektar tumbuhan yang mereka hisap kemudian dikumpulkan dalam sel-sel sarang. Setelah cairan tersebut penuh, lebah akan menutup permukaan madu dengan suatu cairan yang membeku yang merupakan suatu yang sangat halus yaitu lilin. Penggunaan madu dalam penggobatan Thibbun Nabawi menurut Buya Hamka dalam Tafsir al-Azhar dan Tafsir Tantawi al-Jawahir Fi Qur’an al-Karim adalah madu sebagai obat bagi manusia, madu memiliki bermacam-macam warna, mulai dari kuning muda hingga coklat tua, tergantung pada jenis bunga yang digunakan oleh lebah dalam pengumpulan nektarnya, dan madu adalah minuman manis yang dihasilkan oleh lebah dan dijelaskan dalam al-Qur’an dan dalam Hadis Nabi Muhammad SAW sebagai “obat untuk segala penyakit.” Terdapat perbedaan dan persamaan madu menurut Hamka dan Tantawi Jauhari bahwa penafsiran memiliki persamaan dalam menafsirkan madu. Akan tetapi, Buya Hamka memakai metode Tahlili teknik penafsirannya menafsirkan per-potongan ayat. Sedangkan Tantawi Jauhari, memakai metode Tahlili dan menggunakan corak Sains.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: al-Azhar, al-Jawahir, Madu, Penafsiran, Thibbun Nabawi
Subjects: Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan
Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Ruang Baca FUSA
Date Deposited: 13 Dec 2023 02:53
Last Modified: 13 Dec 2023 02:53
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/14188

Actions (login required)

View Item View Item