FILSAFAT KENABIAN (KomparasiPemikiranAl-FarabidanFazlurRahman)

Ilham Hamdani, Ilham (2017) FILSAFAT KENABIAN (KomparasiPemikiranAl-FarabidanFazlurRahman). Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img]
Preview
Text
Cover, Persetujuan Pembimbing, Pengesahan tim penguji munaqasyah, Abstrak, Daftar isi.pdf

Download (601kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (455kB) | Preview
[img] Text
BAB II.pdf

Download (588kB)
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (473kB) | Preview
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (461kB)
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (326kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR KEPUSTAKAAN.pdf

Download (212kB) | Preview
[img] Text
Full Version.pdf

Download (1MB)

Abstract

Skripsi ini berjudul “ Filsafat Kenabian ( Komparasi Pemikiran al-Farabi dan Fazlur Rahman )”, yang ditulis oleh Ilham Hamdani, NIM 512097, Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam, Faakultas Ushuluddin UIN Imam Bonjol Padang, tahun 2017, latar belakang penulis menulis skripsi ini untuk membandingkan pemikiran filosof klasik al-Farabi dan filosof neomodernis Fazlur Rahman tentang kenabian. Dimana al-Farabi adalah filosof pertama yang membahas masalah kenabian untuk menerangkan kepada manusia khususnya umat Islam betapa pentingnya esensi dan eksistensi seorang Nabi, dan juga guna membantah pemikiran dari Ibn Ruwandi yang menyeleweng dan cendrung menyesatkan tentang kenabian. Menurut al-Farabi kenabian harus dijelaskan secara ilmiah dan rasional sehingga kenabian tidak salah dipahami oleh manusia, al-Farabi menjelaskan perbedaan yang mendasar antara Nabi dan filosof. Nabi diciptakan Tuhan dengan sempurna kemampuan akalnya sehingga langsung dapat berhubungan dengan akal kesepuluh yang menurut al-Farabi adalah Jibril. Sementara itu kenabian yang dijelaskan Fazlur Rahman dalam persoalan ini, adalah menyangkut legalitasnya secara intelektualis, mempunyai kapasitas yang tinggi yakni sebuah akal qudsiyah. dimana kapasitas tinggi ini, meliputi intelektual maupun imajinasi seorang Nabi. Fenomena ini, juga menjelaskan bahwa nabi mempunyai nalar yang kuat dan kreasi yang tajam. Hal ini akan mengakibatkan Nabi mampu memvisualisasi tragedi dan kejadian-kejadian secara lengkap dan menyeluruh. Khusus dalam kenabian, yang merupakan bagia esensial Islam. Fazlur Rahman menjelaskan perlu adanya penjabaran secara lengkap serta menyeluruh, sebab bila tidak dijabarkan secara lengkap akan mengakibatkan pemahaman yang parsial mengenai hal ini. Mengenai kenabian yang dijabarkan oleh Fazlur Rahman terlihat dalam penelusurannya, yakni, menjelaskan wahyu intelektual, wahyu imajinatif, doa, mukjizat, dakwah dan syariah. Beberapa komponen diatas, menyuguhkan adanya sebuah upaya yang sungguh-sungguh dalam melihat kepribadian nabi secara religio-filosofis. Wahyu intelektual yang dimaksud oleh Fazlur Rahman adalah seorang nabi mempunyai bakat intelektual yang tinggi. Dalam wahyu imajinatif menjelaskan nabi mampu mencapai Akal Aktif dengan kemampuanya dan usahanya sendiri. Mengenai doa dan mukjizat ia mengidentikan nabi dengan intelek aktif. Terakhir dalam dakwah dan Syari’ah merupakan upaya eksis nabi dalam masyarakat sebagai pembimbing dan penyelamat manusia. Studi komparatif yang telah dilakukan Fazlur Rahman dalam membandingkan antara dua ordo mengenai kenabian, yakni ortodoksi disatu sisi dan filosofis disisi lain, merupakan indikasi dari kepribadian yang intergral dan sosio-kultur dari Fazlur Rahman yang selalu mempengaruhinya. penegasan selanjutnya perlu difokuskan, adanya penjabaran religio-filosofis mengenai doktrin kenabian dalam Islam. hendaknya persoalan-persoalan diatas, perlu adanya usaha sungguh-sungguh yang lebih mendalam untuk mengkaji masalah ini.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: U Umum (General)
U Umum (General) > Referensi Umum dan Terbitan Berseri
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Aqidah dan Filsafat Islam
Depositing User: Users 33 not found.
Date Deposited: 03 Jul 2018 04:51
Last Modified: 03 Jul 2018 04:51
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/1310

Actions (login required)

View Item View Item