Fatwa Mufti Syauqi 'Allam tentang kewajiban istri dalam rumah tangga dan relevansinya dengan regulasi Perkawinan di Indonesia

Muhammad Fadhil, - (2022) Fatwa Mufti Syauqi 'Allam tentang kewajiban istri dalam rumah tangga dan relevansinya dengan regulasi Perkawinan di Indonesia. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.

[img] Text
Muhammad Fadhil_2020040007_Cover - Muhammad Fadhil.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text
Muhammad Fadhil_2020040007_Bab I - Muhammad Fadhil.pdf - Published Version

Download (4MB)
[img] Text
Muhammad Fadhil_2020040007_Bab II - Muhammad Fadhil.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)
[img] Text
Muhammad Fadhil_2020040007_Bab III - Muhammad Fadhil.pdf - Published Version

Download (4MB)
[img] Text
Muhammad Fadhil_2020040007_Bab IV - Muhammad Fadhil.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)
[img] Text
Muhammad Fadhil_2020040007_Bab V - Muhammad Fadhil.pdf - Published Version

Download (4MB)
[img] Text
Muhammad Fadhil_2020040007_Fulltext - Muhammad Fadhil.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Tesis ini ditulis oleh Muhammad Fadhil, NIM: 2020040007. Judul tesis ini adalah Fatwa Mufti Syauqi 'Allam Tentang Kewajiban Istri dalam Rumah Tangga dan Relevansinya dengan Regulasi Perkawinan di Indonesia, program studi hukum keluarga, program Pascasarjana UIN Imam Bonjol Padang. Penelitian ini dilatarbelakangi karena mayoritas ulama kontemporer mewajibkan istri mengurus pekerjaan rumah tangga. Namun, Mufti Syauqi 'Allam tidak mewajibkannya. Pada umumnya, kewajiban seorang istri selain untuk melayani suami untuk berjima‟ juga mempunyai kewajiban untuk melakukan pekerjaan rumah tangga seperti mencuci, menyapu dan membersihkan rumah, hal ini sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh ulama kontemporer lainnya. Sedangkan menurut Mufti Syauqi „Allam kewajiban seorang istri hanya sebatas melayani suami untuk beristimta‟ dan tidak berkewajiban untuk melakukan pekerjaan rumah tangga, sebagaimana hal ini terdapat dalam kitabnya Fatawa as-Syabab. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1. Apa saja kewajiban istri dalam rumah tangga menurut Mufti Syauqi ‟Allam, 2. Bagaimana dalil yang digunakan Mufti Syauqi ‟Allam tentang tidak wajibnya istri mengurus rumah tangga, 3. Apa faktor penyebab perbedaan pendapat antara Mufti Syauqi ‟Allam dengan ulama kontemporer lainnya tentang kewajiban istri dalam rumah tangga. Penelitian ini adalah penelitian normatif atau disebut juga sebagai penelitian kepustakaan atau library research. Sumber data dari penelitian ini adalah sumber sekunder, yaitu kitab Fatawa as-Syabab karangan Syauqi 'Allam, sedangkan sebagai bahan penunjang dalam penelitian ini penulis juga menggunakan kitab-kitab fikih, buku-buku, jurnal ilmiah yang berkaitan dengan penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 1. Kewajiban istri dalam rumah tangga menurut Mufti Syauqi „Allam ada empat yakni berhubungan intim, taat kepada suami bahkan istri harus lebih menaati perintah suami daripada perintah ayahnya sendiri, menjaga diri dan kehormatan suami serta tinggal bersama suami. Dapat disimpulkan bahwa menurut Mufti Syauqi „Allam istri tidak diwajibkan melakukan pekerjaan rumah tangga, hal ini disamakan sebagaimana suami tidak diwajibkan untuk membayar upah persalinan istri menurut fikih Syafi‟iyah. 2. Dalam menetapkan fatwa ini, Mufti Syauqi „Allam berdasarkan Q.S al-Baqarah: 269 dan ar-Rum: 21, hadis yang berkenaan tentang mencintai saudara seiman, pendapat para ulama dan xvi juga berdasarkan „urf yang berkembang di Timur Tengah bahwa istri tidak berkewajiban untuk mengurus rumah tangga. 3. Faktor penyebab perbedaan pendapat Mufti Syauqi „Allam dengan ulama kontemporer lainnya karena adanya perbedaan penggunaan dalil. Mufti menggunakan dalil yang berkaitan tentang mencintai saudara seiman, sedangkan ulama kontemporer lainnya menggunakan dalil yang berkenaan tentang kisah Fathimah dan istri Zubair. Fatwa Mufti Syauqi „Allam tidak relevan dengan regulasi hukum perkawinan di Indonesia. Hal ini karena regulasi hukum perkawinan di Indonesia mewajibkan istri untuk mengurus rumah tangga. Pasal 34 UU Nomor 1 Tahun 1974 pada poin 2 menyebutkan bahwa isteri wajib mengatur urusan rumah tangga dengan sebaik-baiknya.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Agama Islam > Fiqih (Hukum Islam) > Hukum Keluarga, Hukum Perkawinan, Hukum Pernikahan Menurut Islam
Divisions: Program Pascasarjana > Program Magister > Hukum Keluarga
Depositing User: Ahmad Eskha Pustakawan
Date Deposited: 23 Feb 2023 05:40
Last Modified: 23 Feb 2023 05:40
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/11826

Actions (login required)

View Item View Item