Peran Mamak Sebagai Hakam Dalam Penyelesaian Sengketa Rumah Tangga Pada Masyarakat Minangkabau

Zulfan, - (2019) Peran Mamak Sebagai Hakam Dalam Penyelesaian Sengketa Rumah Tangga Pada Masyarakat Minangkabau. Doctoral thesis, UNIVERSITAS ISLAM IMAM BONJOL.

[img] Text (COVER DAN ABSTRAK)
1. Cover; Persetujuan; & Abstrak.pdf - Published Version

Download (546kB)
[img] Text (BAB I)
Bab I Water Ok.pdf - Published Version

Download (515kB)
[img] Text (BAB II)
Bab II Water Ok.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] Text (BAB III)
Bab III Water Ok.pdf - Published Version

Download (851kB)
[img] Text (BAB IV)
Bab IV Water Ok.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (481kB)
[img] Text (BAB V & VI)
Bab V & VI Water ok.pdf - Published Version

Download (671kB)
[img] Text (File Full)
4. Full Gabungan Water.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
Daftar Isi ok Water.pdf - Published Version

Download (208kB)

Abstract

Disertasi ini berjudul Peran Mamak Sebagai Hakam dalam Penyelesaian Sengketa Rumah Tangga Pada Masyarakat Minangkabau, ditulis oleh Zulfan, NIM: 88311193, Mahasiswa Program Doktor bidang Hukum Islam pada Program Pascasarjana UIN Imam Bonjol Padang. Latar belakang penulisan disertasi ini adalah terdapatnya tumpukan perkara di pengadilan, baik pada tingkat pertama, banding, maupun kasasi. Tidak terkecuali dalam perkara perceraian bagi orang yang beragama Islam di Pengadilan Agama. Perdamaian dalam sengketa merupakan hal yang diutamakan dalam Islam, baik dilakukan secara langsung oleh pihak yang bersengketa, maupun melalui bantuan pihak ketiga. Pihak ketiga yang berperan sebagai juru damai atas persengketaan disebut hakam. Pelaksanaan peran hakam sebagai juru damai dalam sengketa rumah tangga ini juga terdapat pada masyarakat adat Minangkabau.Terkait dengan hal ini, yang menjadi rumusan masalah dalam bahasan ini adalah; (1) Bagaimana makna hakam dalam penyelesaian sengketa menurut hukum Islam? (2) Bagaimana pandangan Hukum Islam terkait dengan penyelesaian sengketa rumah tangga? (3) Bagaimana penerapan hakam terhadap penyelesaian sengketa rumah tangga dalam adat Minangkabau? (4) Bagaimana peran mamak sebagai hakam dalam penyelesaian sengketa rumah tangga pada masyarakat Minangkabau? Dan (5) Bagaimana permasalahan yang muncul terkait dengan tahapan penyelesaian sengketa rumah tangga dalam masyarakat Minangkabau? Untuk menjawab rumusan masalah tersebut, dilakukan penelitian normatif dan penelitian empiris. Penelitian normatif atau kepustakaan (library research) untuk rumusan masalah nomor 1 dan nomor 2; sementara itu untuk rumusan masalah nomor 3, 4 dan 5 dilakukan penelitian lapangan (field research). Penelitian yang dilakukan adalah penelitian hukum yang bersifat sosial (social legal research). Penelitian dilakukan di wilayah Minangkabau, yaitu pada daerah asal dan daerah rantau Minangkabau. Adapun metode pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan cara wawancara yang mendalam, observasi dan studi dokumen. Data yang terkumpul bersifat kualitatif selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, disimpulkan bahwa (1) Mengenai siapa yang menjadi hakam dalam penyelesaian sengketa rumah tangga, mayoritas ahli fikih berpendapat bahwa yang berhak menjadi hakam dalam penyelesaian sengketa rumah tangga adalah keluarga. Keluarga dianggap sebagai orang yang paling dekat dengan pasangan yang bersengketa, namun jika tidak ada keluarga, dibolehkan orang lain menjadi hakam, selama yang bersangkutan memahami masalah yang sedang terjadi dan dapat menemukakan hakekat masalah yang terjadi; (2) Upaya penyelesaian sengketa rumah tangga dalam pandangan hukum Islam wajib untuk dilakukan menuju kemashlahatan rumah tangga dan tidak menimbulkan kemudharatan bagi pasangan suami isteri maupun anggota keluarga lainnya. Penyelesaian sengketa rumah tangga dapat dilakukan secara langsung oleh pasangan suami isteri, dan dapat pula dilakukan melalui bantuan pihak ketiga sebagai hakam; (3) Penerapan hakam terhadap penyelesaian sengketa rumah tangga dalam adat Minangkabau dilakukan dalam beberapa tahapan yaitu (a) Baganyi/ Manggok; (b) Mantameh; (c) Manjapuik; (d) Manjinjiang Ayam; dan (e) Mandoa. Dari semua tahapan ini, mamak berperan langsung dalam tahapan mantameh dan manjapuik, baik dengan dihadiri sendiri oleh mamak, maupun dengan mengutus orang lain pelaksana tugas mamak ini; (4) Secara adat di Mianangkabau mamak memiliki peranan yang signifikan dalam penyelesaian sengketa kemenakan. Hal ini sejalan dengan dengan peranan mamak yang mengawasi dan memantau kemenakannya. Namun realita dalam penelitian ini, dari semua kasus perceraian yang menjadi sampel penelitian, 64% diantaranya ada menempuh upaya damai namun tidak dengan peran mamak. Sementara itu 34% lainnya tidak menempuh upaya damai; (5) Permasalahan pada tahapan penyelesaian sengketa rumah tangga dalam masyarakat Minangkabau hanya muncul pada tahapan baganyi. sementara pada tahapan yang lain tidak. Adapun perpersoalan pada tahapan baganyi ini adalah (a) Baganyi/mangambok yang tidak pada tempatnya suami; (b) Salah kaprah dalam menyikapi baganyi/mangambok bagi keluarga istri (c) terjadinya kasus perkawinan poliandri dari segi status hukum perkawinan. Adapun upaya mengatasi persoalan tersebut adalah dengan memberikan pemahaman yang benar dan penyuluhan hukum kepada masyarakat, khususnya calon pengantin tentang hakekat tradisi baganyi/ mangambok dalam mengatasi konflik dalam rumah tangga pada masyarakat Minangkabau dan cara menyikapinya. Disamping itu juga diperlukan adanya penyuluhan tentang hukum dan ketentuan-ketentuan perkawinan, sehingga masyarakat tidak dengan mudah saja menikahkan seorang wanita yang secara hukum masih mempunyai ikatan perkawinan dengan laki-laki lain.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Program Pasca Sarjana > Program Doktor > Hukum Islam
Depositing User: Perpus UIN IB Padang
Date Deposited: 21 Jun 2020 11:42
Last Modified: 21 Jun 2020 11:42
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/11265

Actions (login required)

View Item View Item