FILSAFAT ILMU: Cara Mudah Memahami Filsafat Ilmu

Azwar,, Welhendri and Muliono, Muliono FILSAFAT ILMU: Cara Mudah Memahami Filsafat Ilmu. PRENADAMEDIA GROUP, Rawamangun, Jakarta.

[img] Text
Filsafat Ilmu_Cara Mudah Memahami Filsafat.pdf

Download (6MB)

Abstract

Kepastian dimulai dengan keraguan, pengetahuan di- mulai dengan rasa keingintahuan, dan filsafat dimulai dari keraguan dan keingintahuan. Konsepsi meragukan segalanya dalam filsafat mengantarkan kita pada bagaimana filsafat modern dikonstruksi oleh Descartes, seorang filsuf yang mendapat predikat pemikir penting dan berpengaruh dalam sejarah Barat modern. Pendekatan yang ditegaskan Descartes bahwa “segala hal atau semua” tidak ada yang pasti, kecuali sebuah kenyataan di mana seseorang dapat berpikir. Keragu- an semacam membuktikan akan keterbatasan manusia dalam berpikir, dan kemudian mengakui akan adanya sesuatu yang berada di luar kemampuan pemikiran manusia. Dimensi pikir- an dan dimensi fisik menjadi dua hal berbeda. Hal fisik dapat diketahui dan disadari bertolak dari segenap alam pikiran. Se- dari itu, sebagai manusia, adanya keberadaan kita merupakan daya kesadaran dari adanya alam pikir. “I think therefore I am, aku berpikir maka aku ada”. Bagi Descartes, dengan metode keraguannya, ia sudah se- dang berusaha untuk mendapatkan sebuah pengetahuan yang tidak dapat diragukan. Dalam perkataan lain, ilmu pengetahu- an yang bersifat pasti. Meragukan semua pengetahuan yang ada, seperti: “pengetahuan yang berasal dari pengalaman indriawi”. Pengetahuan indriawi dapat diragukan, karena apa yang tampak oleh mata dapat merekayasa kenyataan. Sebagai contoh lihatlah sebatang pensil yang berada di dalam segelas air, maka akan tampak bengkok meskipun sesungguhnya ia bukan bengkok adanya. Meragukan semua pengetahuan, seperti “fakta umum me- ngenai dunia”. Adakalanya hal mengenai dunia tidak senanti- asa berasal dari hal yang pasti atau fakta yang bersifat umum (api, panas; es, dingin; berat, akan jatuh). Kehadiran mimpi maupun intuisi yang tanpa harus menggunakan analisis sistematis juga dapat menjadi sarana mendapatkan pengetahuan yang bersifat umum. Meragukan semua pengetahuan, seperti logika dan matematika. Prinsip-prinsip logika dan matematika juga dapat dira- gukan. Descartes mengandaikan bagaimana jika manusia berada dalam suatu matriks di mana ilusi dalam pikiran dibubuhi oleh sesuatu kekuatan yang berada di luar diri manusia. Maka logika dan prinsip matematika yang dikenal dengan unsur kepastian menjadi tidak pasti lagi. Keraguan ini, sekali lagi, sebuah pengantar untuk menca- ri pengetahuan yang tidak dapat diragukan. Kalau begitu, apa yang tidak dapat diragukan lagi? pertanyaan ini bermuara pada pikiran manusialah satu-satunya sebagai sesuatu yang absolut, dan tidak dapat diragukan keberadaannya. Kendatipun pemikiran tentang sesuatu adalah salah, pikiran dapat tertipu oleh suatu matriks, ragu akan segalanya, namun yang tidak dapat di- ragukan lagi, adalah pikiran itu sendiri, pikiran itu sendiri eksis atau ada. Pikiran itu sendiri bersifat mental, bukan bersifat fisik atau material. Prinsip pikiran itu “ada” atau eksis, dapat membuktikan segala benda immateri dan materi itu ada. Filsafat melibatkan refleksi diri dan pemikiran secara rasional dan kritis. Sebagai cabang dari filsafat, filsafat ilmu merupakan refleksi pemikiran secara kritis mengenai ilmu pengetahuan. Filsafat ilmu berusaha untuk dapat menjelaskan berbagai persoalan apa dan bagaimana suatu konsep dan pernyataan dapat disebut sebagai ilmiah, bagaimana pula konsep tersebut diproduksi, bagaimana ilmu dapat menjelaskan, memperkirakan dan serta memanfaatkan alam melalui teknologi. Filsafat ilmu secara kritis menelaah bagaimana cara menentukan validitas dari sebuah informasi baik formulasi maupun penggunaan metode ilmiah, berbagai macam penalaran yang dapat digunakan untuk memperoleh sebuah kesimpulan, serta implikasi metode dan model ilmiah yang diterapkan terhadap ilmu pengetahuan, baik ilmu alam maupun ilmu sosial dan implikasi terhadap masyarakat secara sosial. Atas kerangka tersebut di atas, filsafat ilmu erat berkaitan dengan apa yang disebut dengan ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Ontologi berkenaan dengan metafisika, epistemologi berkenaan dengan teori pengetahuan atau secara lebih spesifik bagaimana memperoleh ilmu pengetahuan, aksiologi berkenaan dengan teori nilai, atau nilai guna ilmu pengetahuan.

Item Type: Book
Uncontrolled Keywords: FILSAFAT ILMU: Cara Mudah Memahami Filsafat Ilmu
Subjects: U Umum (General) > Referensi Umum dan Terbitan Berseri
H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Pengembangan Masyarakat Islam
Depositing User: Users 56 not found.
Date Deposited: 12 Jun 2020 10:31
Last Modified: 12 Jun 2020 10:31
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/10858

Actions (login required)

View Item View Item