TRADISI TURUN MANDI DI NAGARI SUNGAI NANAM KABUPATEN SOLOK

Silfia, Dina Darmi and Erasiah, Erasiah and Nasution, Efrizal (2022) TRADISI TURUN MANDI DI NAGARI SUNGAI NANAM KABUPATEN SOLOK. Skripsi thesis, Fakultas Adab dan Humaniora.

[img] Text
Dina Darmi Silfia _ 1811020087_ BAB III - Dina Silfia.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (936kB)
[img] Text
Dina Darmi Silfia_ 1811020087_ BAB II - Dina Silfia.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (571kB)
[img] Text
Dina Darmi Silfia_1811020087 _ BAB IV - Dina Silfia.pdf

Download (313kB)
[img] Text
Dina Darmi Silfia_1811020087_ Cover_Persetujuan_Pengesahan_ Pernyataan_Daftar Isi - Dina Silfia.pdf

Download (946kB)
[img] Text
Dina Darmi Silfia_1811020087_BAB I - Dina Silfia.pdf

Download (439kB)
[img] Text
Dina Darmi Silfia_1811020087_Daftar Pustaka - Dina Silfia.pdf

Download (405kB)
[img] Text
Dina Darmi Silfia_1811020087_Fulltex - Dina Silfia.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Pembahasan ini tentang sejarah, proses pelaksanaan tradisi turun mandi yang ada di Nagari Sungai Nanam Kabupaten Solok. Tujuan penelitian untuk menyatakan sejarah tradisi turun mandi, proses pelaksanaan, dan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi turun mandi. Selain itu juga menyatakan perubahan tradisi turun mandi dari tahun 2000-2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah. Hal yang pertama dilakukan adalah heuristik yaitu mencari dan menemukan sumber yang dibutuhkan melalui wawancara, perpustakaan, dan internet. Kemudian melakukan kritik sumber bertujuan untuk menyeleksi sumber sehingga diperoleh fakta yang valid. Langkah selanjutnya menganalisis menghubungkan fakta yang satu dengan fakta yang lain. Teknik penulisan dari fakta-fakta tersebut secara sistematis dan kronologis yang bersifat ilmiah dengan memperhatikan kaidah-kaidah penulisan karya ilmiah yang berpedoman kepada penulisan karya ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah tradisi turun mandi berawal dari keadaan bundo kanduang yang bernama Puti Jamilan yang merupakan seorang Raja di wilayah Minangkabau. Baru mendapatkan keturunan setelah memakan pemberian bubur dari mertuanya, tradisi turun mandi dilaksanakan sebagai bentuk syukur atas lahirnya seorang anak ke dunia. Selain itu tradisi turun mandi juga sebagai media untuk memberitahukan kepada masyarakat banyak kalau telah lahir seorang bayi. Proses tradisi ini ada tujuh tahap pertama, menentukan hari baik untuk melakukan tradisi turun mandi, kedua, mamangie sanak/famili dan tetangga, ketiga, menyiapkan pelengkapan baban, keempat, berangkat menuju rumah menantu, kelima, menyiapkan hidangan, keenam, pelaksanaan acara inti tradisi turun mandi, ketujuh, penutup makan bersama keluarga mertua dan menantu. seiring berkembangan zaman terdapat perubahan dalam pelaksanaan tradisi ini, Dahulunya dilakukan di sungai, namun sekarang dilakukan di tempat mandi dekat rumah. Adapun beberapa nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi turun mandi ini yaitu, nilai agama, nilai adat istiadat, dan nilai sosial

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Tradisi, Turun Mandi, Sungai Nanam
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions: ?? sch_ecs ??
Depositing User: Rusdin Zebua Pustakawan
Date Deposited: 16 Sep 2022 07:56
Last Modified: 16 Sep 2022 07:56
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/10794

Actions (login required)

View Item View Item